Pages

Monday, February 11, 2013

MABA ? Yes I' AM


UNDIP alias Universitas Diponorogo , eh bukan , Universitas Diponegoro maksudnya. Inilah universitas yang akan bersama mengukir  lembaran-lembaran emas di sejarah hidup ane. Memakai almamaternya aja udah bikin level kegantengan ane meningkat berkali-kali lipat mengalahkan Justin Timberlake .Plis yang ini ga usah protes, tolong biarin ane senang walau sekilas. Hal itu juga yang bikin almamater berwarna biru tua itu selalu jadi seragam favorit sampai saat ini dan mungkin sampai nanti sampai mati.

Gelar ane berubah dari sekedar seorang pelajar menjadi mahasiswa. MAHASISWA loh MAHASISWA (huruf digedein biar dramatis). Walaupun masih baru , menurut ane mahasiswa itu gelar yang sangat krusial karena mahasiswa itu gelar yang penuh dengan tanggung jawab, gelar yang mulai perlahan melepas kita dari pegangan orang tua , ini gelar yang nunjukin kita udah harus mandiri broo. Mending jangan main” deh kalo kalian udah nyandang gelar yang satu ini.



Hari pertama kumpul Maba , ane ama temen-temen Maba yang lain dikumpulin di Stadion Undip. Stadion megah yang fasilitasnya sama seperti stadion Anfield , markasnya Liverpool (Berdoa boleh kan ?). Disana ane ngeliat berbagai macam orang dari berbagai daerah. Ada yang sangar kayak tentara , ada yang menye-menye mirip girlband korea, dan bahkan ada yang mirip tukang somay yang sering dagang di deket SMA ane dulu (terakhir ane sadar , untuk yang terakhir disebut ane lagi kacaan).

Kita lanjut ke hari kedua dimana maba dikumpulin di Fakultasnya masing-masing. FKM yang ane tau pas SMA adalah salah satu fakultas unggulan dengan prospek pekerjaan yang luar biasa luas dengan mahasiswanya didominasi oleh wanita. Namun ternyata pertama kali menginjakkan kaki di FKM tercinta ini ane tau kalo semuanya itu benar ! Buseet mayoritas mahasiswa barunya didominasi oleh wanita semua. Entah anugerah apa yang Engkau berikan pada Hamba ya Allah. Terima Kasih. Hal yang pertama ane lakukan yang itu untuk pertama kalinya yaitu : Mencari Lelaki. Datanglah ane ke baris pojok dimana banyak lelaki-lelaki nan macho berkumpul . Saling berkenalan dengan logat daerah masing-masing membuat ane berpikir inilah Indonesia , dengan berbagai macam suku bangsanya . Ane bersyukur terlahir di Indonesia !. Dibariskan dengan rapi , diperdengarkan sejarah FKM dengan segala macam kelebihannya dan yang paling berkesan yaitu saat khidmat menyatu dengan pikiran dalam lantunan doa . Memohon akan rahmat-Nya untuk selalu membentangkan jalan harapan di depan ane untuk tidak mengecewakan kedua malaikat yaitu orang tua ane serta dapat kembali ke tanah kelahiran ane dengan membawa Ilmu yang bisa diaplikasikan disana , demi secercah harapan akan meningkatnya derajat kesehatan di Indonesia.

-To be Continued

Teman baru , lingkungan baru  , bahkan bahasa baru mewarnai kehidupan awal ane di UNDIP ini. “Memang tak mudah untuk beradaptasi , tapi apa salahnya mencoba kan ?”.

No comments: