UNDIP alias Universitas
Diponorogo , eh bukan , Universitas Diponegoro maksudnya. Inilah universitas
yang akan bersama mengukir
lembaran-lembaran emas di sejarah hidup ane. Memakai almamaternya aja udah
bikin level kegantengan ane meningkat berkali-kali lipat mengalahkan Justin
Timberlake .Plis yang ini ga usah protes, tolong biarin ane senang walau
sekilas. Hal itu juga yang bikin almamater berwarna biru tua itu selalu jadi
seragam favorit sampai saat ini dan mungkin sampai nanti sampai mati.
Gelar ane berubah dari sekedar
seorang pelajar menjadi mahasiswa. MAHASISWA loh MAHASISWA (huruf digedein biar
dramatis). Walaupun masih baru , menurut ane mahasiswa itu gelar yang sangat
krusial karena mahasiswa itu gelar yang penuh dengan tanggung jawab, gelar yang
mulai perlahan melepas kita dari pegangan orang tua , ini gelar yang nunjukin
kita udah harus mandiri broo. Mending jangan main” deh kalo kalian udah
nyandang gelar yang satu ini.
Hari pertama kumpul Maba , ane
ama temen-temen Maba yang lain dikumpulin di Stadion Undip. Stadion megah yang
fasilitasnya sama seperti stadion Anfield , markasnya Liverpool (Berdoa boleh
kan ?). Disana ane ngeliat berbagai macam orang dari berbagai daerah. Ada yang
sangar kayak tentara , ada yang menye-menye mirip girlband korea, dan bahkan
ada yang mirip tukang somay yang sering dagang di deket SMA ane dulu (terakhir
ane sadar , untuk yang terakhir disebut ane lagi kacaan).
Kita lanjut ke hari kedua dimana
maba dikumpulin di Fakultasnya masing-masing. FKM yang ane tau pas SMA adalah
salah satu fakultas unggulan dengan prospek pekerjaan yang luar biasa luas
dengan mahasiswanya didominasi oleh wanita. Namun ternyata pertama kali
menginjakkan kaki di FKM tercinta ini ane tau kalo semuanya itu benar ! Buseet
mayoritas mahasiswa barunya didominasi oleh wanita semua. Entah anugerah apa
yang Engkau berikan pada Hamba ya Allah. Terima Kasih. Hal yang pertama ane
lakukan yang itu untuk pertama kalinya yaitu : Mencari Lelaki. Datanglah ane ke
baris pojok dimana banyak lelaki-lelaki nan macho berkumpul . Saling berkenalan
dengan logat daerah masing-masing membuat ane berpikir inilah Indonesia ,
dengan berbagai macam suku bangsanya . Ane bersyukur terlahir di Indonesia !.
Dibariskan dengan rapi , diperdengarkan sejarah FKM dengan segala macam
kelebihannya dan yang paling berkesan yaitu saat khidmat menyatu dengan pikiran
dalam lantunan doa . Memohon akan rahmat-Nya untuk selalu membentangkan jalan
harapan di depan ane untuk tidak mengecewakan kedua malaikat yaitu orang tua
ane serta dapat kembali ke tanah kelahiran ane dengan membawa Ilmu yang bisa
diaplikasikan disana , demi secercah harapan akan meningkatnya derajat
kesehatan di Indonesia.
-To be Continued
Teman baru , lingkungan baru , bahkan bahasa baru mewarnai kehidupan awal ane
di UNDIP ini. “Memang tak mudah untuk beradaptasi , tapi apa salahnya mencoba
kan ?”.
No comments:
Post a Comment